Malanutrisi Perlu Diantisipasi Melalui CSR

11 Jan
Keterangan
Ilustrasi kegiatan pemberian nutrisi pada bayi di Posyandu. (ist/doc)
108CSR.com – Sebagian besar masyarakat Indonesia harus mendapat edukasi mengenai gizi untuk menghindari terjadinya kegagalan gizi (malanutrisi). Ini dikarenakan malanutrisi bisa menyebabkan penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM). Malanutrisi sendiri tidak hanya berarti kekurangan gizi, bahkan juga kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas.

“Malanutrisi biasanya dialami anak-anak di bawah lima tahun (balita) yang disebabkan berbagai hal. Untuk kasus malanutrisi di kota-kota besar, umumnya disebabkan oleh kurangnya perhatian orangtua yang salah satunya karena sibuk bekerja, sedangkan di daerah disebabkan karena faktor ekonomi,” kata ahli gizi Lia Listiawaty di Jakarta, terkait peringatan hari gizi nasional pada 25 Januari 2012 nanti.

Menurut dia, malanutrisi yang dialami balita harus ditanggulangi sejak dini. Jika tidak, kualitas SDM di Indonesia akan tertinggal dengan negara yang gizinya lebih baik. Edukasi mengenai gizi ini harus dilakukan, karena masih banyak masyarakat yang belum memahami pemberian gizi yang tepat bagi anak dalam usia pertumbuhan. “Untuk itu sejumlah perusahaan bisa membantu hal tersebut melalui kegiatan corporate Social Responsibily (CSR),” katanya.

Sedangkan mengenai anak-anak yang mengalami obesitas (kegemukan), Lia menjelaskan, pengaruhnya akan dirasakan pada usia produktif, di antaranya berupa ancaman berbagai penyakit degeneratif, seperti jantung, gula, dan sebagainya.

“Masih banyak anggapan yang keliru dari orangtua bahwa kalau anak mereka gemuk, berarti sehat. Padahal, belum tentu,” ujar dia.

Terkait hal ini, PT Herbalife Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) membantu kecukupan pemberian nutrisi bagi anak-anak di panti asuhan. Herbalife sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produk nutrisi dan suplemen makanan asal Amerika Serikat (AS).

General Manager Penjualan dan Pemasaran Herbalife Indonesia Andam Dewi mengatakan, program CSR bernama Casa (rumah-dalam bahasa latin) ini berasal dari Herbalife Family Foundation AS dan dilaksanakan di negara-negara Herbalife beroperasi. Penjualan produk Herbalife sendiri saat ini sudah tersebar di 80 negara, termasuk Indonesia, sementara program Casa baru dilakukan di 63 negara. Di Indonesia, program Casa baru pertama kali dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki gizi anak yatim-piatu dan kurang mampu yang tinggal di panti asuhan.

“Untuk pertama kali, kami pilih tempat penampungan anak yatim-piatu di Kelapa Gading (Jakarta). Ini sebagai wujud kepedulian Herbalife yang telah beroperasi selama 13 tahun di Indonesia,” katanya.

Menurut Andam Dewi, berdasarkan riset bidang kesehatan dasar 2010 oleh Kementerian Kesehatan, masih terjadi kondisi malanutrisi pada balita. Sebanyak 37,5 persen atau sepertiga lebih anak Indonesia mengalami tinggi badan yang tidak sesuai umumnya atau pendek. Selain itu 3,7 juta balita masih mengalami kekurangan gizi dan gizi buruk. Selain itu juga banyak balita mengalami kelebihan gizi.

“Kondisi malanutrisi disebabkan faktor lingkungan, peran orangtua, dan asupan nutrisi yang tidak tepat. Terkait dengan program Casa, tahap awal dialokasikan dana untuk menangani 220 anak,” ucapnya. (jek)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: