Rp 300 Miliar Disiapkan untuk Selamatkan Harimau

18 Jan

108CSR.com – Indonesia sampai 2022 kebagian Rp300 miliar untuk berbagai upaya penyelamatan dan penambah populasi harimau sampai dua kali lipat. Dana itu merupakan bagian dari anggaran yang disiapkan untuk upaya penyelamatan harimau (global tiger recovery plan) di seluruh dunia yang mencapai 10,8 juta dolar AS dan selama lima tahun totalnya 16 juta dolar, kata Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Bappenas, Endah Murningtyas, di Jakarta, Rabu (18/1/2012).

Global tiger recovery plan merupakan kegiatan konservasi dan penyelamatan harimau yang disponsori berbagai pihak penggiat konservasi tingkat internasional.

Indonesia, kata Endah pada Lokakarya Penggalangan Sumberdaya untuk Pelaksana Rencana Nasional Pemulihan Harimau Sumatera, juga harus mencari cara bagaimana mengupayakan konservasi harimau yang bisa bermanfaat bagi manusia.

Pada kesempatan itu, dia juga mengapresiasi langkah kehutanan dalam mengupayakan konservasi harimau yang salah satu di antaranya dilakukan melalui kegiatan konservasi dengan kemitraan publik.

Menurut Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kemenhut, Darori, konservasi dengan kemitraan publik menjadi bagian dari upaya penyelamatan si kucing besar yang dilindungi itu.

“Selama ini, pola kemitraan sering dilakukan dalam kegiatan rehabilitasi dan penanaman, sedangkan untuk konservasi masih minim, termasuk konservasi harimau,” kata Darori.

Terlebih, menurutnya, anggaran yang tersedia untuk kegiatan konservasi di kawasan hutan sangat minim. Padahal, konservasi harimau dan satwa dilindungi lainnya butuh dana besar.

Karena itu, pemerintah mengajak swasta untuk menyisihkan dana CSR-nya untuk kegiatan konservasi itu. “Apalagi total dana CSR perusahaan di Indonesia sampai Rp20 triliun, kalau Rp1 triliun saja untuk konservasi itu sangat membantu,” tegas Darori.

Terlibatnya swasta dalam penyelamatan harimau sumatera, tambah Darori, sudah dimulai di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan melalui konservasi harimau oleh Artha Graha Grup, sekaligus pengelola taman wisata Tambling dan pembangunan kandang observasi harimau oleh Asia Pulp and Paper (APP) grup di Siak, Riau.

Selain itu, upaya penyelamatan harimau juga dilakukan secara kolaboratif dengan LSM, seperti Forum Harimau Kita, Wildlife Conservation Society,WWF-Indonesia dan Taman Safari Indonesia.

Belum lagi Fauna&Flora International, Zoological Society of London dan penggiat konservasi atau lembaga donor konservasi lainnya.

Untuk mengembangkan pola konservasi dengan kemitraan publik, kata Darori, Kemenhut berencana membangun taman harimau yang membutuhkan areal yang luas.

“Kami cari areal 300 hektare untuk mengonservasi dan melindungi harimau sumatera dari aksi pemburu. Areal itu sekaligus bisa jadi kawasan ekowisata yang bisa menyerap tenaga kerja lokal,” katanya.(jek/anl)

Informasi tentang csr terlengkap dan terbesar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: