CSR Toyota Kampanye Sadar Lingkungan di Kalangan Muda

25 Jan
 

Keterangan
Ilustrasi CSR Toyota komitmen terhadap masalah lingkungan . (ist/doc)
108CSR.com – Isu pemanasan global (global warming) juga menyentuh dunia otomotif. Produsen mobil terus berlomba menciptakan kendaraan ramah lingkungan. Namun menyosialisasikan perilaku peduli terhadap pelestarian lingkungan, masih kurang digalakkan.

Oleh karena itu, PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus berkomitmen kampanye soal lingkungan dengan menggulirkan program bersih lingkungan lewat program Toyota Eco Youth (TEY). Sejak digulirkan pertama kali pada 2005 lalu, program corporate social responsibility (CSR) berbentuk kontes peningkatan kesadaran lingkungan ini telah melibatkan lebih dari 260.000 pelajar dari 355 SMA dan SMK di Tanah Air.

Menurut Yanuarto Widi Handono, Corporate Public Affairs TMMIN, program ini memiliki tujuan akhir yaitu menciptakan sekolah model untuk pembelajaran lingkungan, yang kelak menjadi percontohan bagi masyarakat yang ingin memperlajari proyek-proyek praktis pengelolaan lingkungan.

“Oleh karena itu, TEY tahun lalu tak hanya memberikan inspirasi terhadap kaum muda Indonesia akan sadar dan peduli lingkungan, tapi mengundang seluruh komunitas agar lebih menjaga lingkungan dan mempunyai gaya hidup ramah lingkungan,” katanya, di sela-sela acara TEY Media Visit di SMA Semen Gresik, Jawa Timur, baru-baru ini, bersama Duta lingkungan hidup Indonesia, Oppie Andaresta.

Tahun ketujuh, program TEY menitikberatkan para sustainability atau pemeliharaan yang keberlanjutan. Dan tahun ini sebanyak 24 sekolah yang tersebar di 16 kota di Indonesia akan dilibatkan dalam program tersebut.

Nantinya, seluruh peserta wajib memenuhi lima aspek pengelolaan lingkungan hidup, meliputi sosialiasi program baik ke dalam maupun ke luar lingkungan sekolah, penerapan regulasi yang pro-lingkungan sekolah, kelembagaan program yang didukung penuh oleh seluruh perangkat sekolah, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta pendanaan program yang berkesinambungan dan menerapkan prinsip 3R+1R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle dan Replant.

“Target tahun ini bakal muncul 12 sekolah model dari 24 sekolah yang diikut sertakan. Kami berharap calon sekolah model ini telah membentuk binaan lain, mulai SD, SMP hingga ke tingkat masyarakat sekitar. Yang pasti benchmark mereka mengacu pada dua Sekolah Model yang telah terbentuk, yakni SMA Semen Gresik dan SMA Negeri 6 Yogyakarta,” ujar Yanuarto. (jek/gtr)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: