Newmont, Bukit Asam, dan Freeport Teken MoU Program RTLH

18 Apr
Usai Penandatanganan MoU antara pemerintah dengan pihak swasta dalam Penanganan Rumah Sangat Murah di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Rabu (18/4/2012). (joe/108CSR.com)
108CSR.com – PT Newmont Nusa Tenggara, PT Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Freeport Indonesia berkomitmen untuk mendukung program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Hal itu ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman Program Pro Rakyat Kluster IV Bidang Penanganan Rumah Sangat Murah dengan pemerintah di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Rabu (18/4/2012).

Selain melibatkan perusahaan swasta besar, Pemerintah dalam hal ini juga melibatkan  Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)  melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berupa dukungan ketersediaan tenaga listrik, gas rumah tangga dan pengeboran air tanah melalui peningkatan kualitas rumah masyarakat miskin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa dalam kata sambutannya mengatakan Pemerintah tidak memiliki kemampuan cukup untuk mengentaskan masalah tersebut. Sehingga membutuhkan kerja sama dengan pihak swasta yang salah satunya melalui program CSR.

“Sebanyak 13 juta penduduk Indonesia masih belum memiliki rumah tinggal, dan sebanyak 4 juta rumah tidak layak huni, Pemerintah saja tidak cukup makanya ada sinergi libatkan dana perusahaaan lewat CSR-nya,” ujar Hatta.

Menurutnya, bila 700 perusahaan ternama turut menyumbang demi kesejahteraan masyarakat maka dana sekitar Rp10 triliun akan tercapai dan bisa dialokasikan untuk perbaikan rumah masyarakat.

“Ini akan jadi sebuah gerakan. Dana 10 triliun kalau ditambah ke pemerintah bisa akselerasi. Memperbaiki rumah hanya baru satu bagian harus barengi nanti dengan kreatif industri agar bisa dituntaskan dengan kemiskinan,” pungkasnya.

Dalam penandatangan MoU, hadir antara lain jajaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Perumahan Rakyat, BP Migas, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Muara Enim, dan Perusahaan Tambang dan Migas serta perusahaan yang pernah melakukan kerjasama dengan Kemenpera, seperti PT BRI (persero) Tbk, PT Astra Internasional. (ard/joe)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: