PT Garuda Indonesia Danai Rp500 Juta Untuk Desa Binaan di Gorontalo

20 Apr
 

Keterangan
ilustrasi (ist)
108CSR.com – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kembali melakukan kegiatan corporate social responsibility (CSR) berupa bantuan pendirian laboratorium komputer untuk SMK I Bongomeme, Bantuan juga direalisasikan dalam bentuk satu unit komputer dan 500 buku daur ulang untuk 25 sekolah dasar (SD) di desa mitra binaan, pengobatan gratis, serta bantuan pertanian kepada masyarakat di desa Pilolalenga kecamatan Bongomeme Gorontalo, dengan total bantuan sekitar Rp  Rp500 juta, Kamis (19/4/2012).

Khusus bantuan pertanian, PT Garuda Indonesia menggandeng PT Syang Hyang Sari (Persero) yang memberikan bantuan benih jagung pada masyarakat setempat.

Bantuan pertanian tersebut juga merupakan bagian dari implementasi program gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K) yang dicanangkan pemerintah pusat melalui sinergi BUMN.

Dalam program GP3K ini, Garuda menggelontorkan dana sebesar Rp10 miliar yang dialokasikan ke empat provinsi di Indonesia yakni NTB, Jawa Timur, Sulawesi Barat, dan Gorontalo.

Bantuan tersebut diberikan kepada sebanyak 3.025 petani dengan area tanam 4.221 hektar.

Direktur SDM dan Umum Garuda Indonesia Heriyanto Agung Putra mengatakan bantuan yang telah diberikan selama ini masih belum maksimal dan akan terus ditingkatkan ke depannya.

“Dukungan Garuda Insyaallah 100%, acara hari ini tidak selesai begitu saja tapi akan ada lanjutannya,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara panen jagung di Bongomeme Gorontalo.

Dia berharap bantuan yang telah disampaikan tersebut dapat bermanfaat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Seiring dengan program CSR dan kemitraan yang baru dilaksanakan awal tahun ini tersebut, nama Garuda dipilih oleh masyarakat setempat sebagai nama desa baru hasil pemekaran dari desa Pilolenga.

Dalam kesempatan itu Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Pandu Djajanto yang hadir dalam acara tersebut berharap apa yang dilakukan Garuda tersebut bisa diikuti oleh BUMN lainnya.

“BUMN harus lebih berperan aktif mencari apa-apa yang bisa ditumbuh kembangkan sesuai potensi daerah karena sesuai perintah presiden, BUMN harus jadi motor penggerak pembangunan,” katanya.

Dengan dipakainya nama Garuda menjadi salah satu nama desa di Bongomeme, menurutnya, Garuda harus lebih optimal lagi dalam memberikan bantuan bina lingkungannya. “Optimalkan lagi mungkin dengan memberikan puskesmas selain sarana prsarana pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menekankan khusus bantuan pertanian agar diberikan berdasarkan ketepatan waktu, volume, dan memperhitungkan jumlah petani dan lahan.

Ditambahkannya, pihaknya juga akan menggerakkan BUMD di wilayah Gorontalo untuk ikut berperan aktif dalam program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ard/bsc)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: