Pro-Kontra Dana CSR Migas Dimasukan Kedalam Cost Recovery

18 Jul
Keterangan
Perusahaan migas mengusulkan dana CSR masuk ke dalamcost recovery di  APBN
108CSR.com – Usulan dari Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) perihal biaya corporate social responsibility (CSR) diminta untuk dimasukkan ke dalam cost recovery(pengembalian biaya operasi kegiatan eksplorasi dan eksploitasi gas ) diharapkan bisa menjawab tuntutan masyarakat akan penggunaan dana CSR.

Namun beberapa pihak menilai, kebijakan ini nantinya malah akan menjadi beban sekaligus mengurangi pendapatan pemerintah dan dipastikan akan menjadi beban anggaran pemerintah dalam implementasinya. Apalagi, jumlahnya tidak kecil. Jika selama tiga tahun terakhir ini (sejak lahirnya Permen 22/2008) ongkos CSR hanya sekitar Rp450 miliar, kelak akan menjadi sekitar Rp2 triliun per tahun.

Menurut Kurtuibi, pengamat perminyakan, CSR merupakan tanggung jawab seluruh perusahaan. Jadi bukan hanya berlaku untuk perusahaan migas. Dan itu sudah ada peraturannya.

Bukan hanya itu, pengamat lain mengatakan, dimasukkannya dana CSR ke dalam cost recovery membuka peluang terjadinya mark up seperti yang sudah-sudah. Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah dan DPR terus berusaha menekan cost recovery(biaya operasi dan investasi) yang semakin terasa membebani anggaran.

Untuk 2012 ini, contohnya, para kontraktor kerjasama (KKKS) mengajukan cost recoveryhingga senilai US$17,4 miliar. Tapi setelah ‘ditawar-tawar’ akhirnya turun menjadi US$15,1 mIliar. Lumayan turun jika dibandingkan dengan angka tahun lalu yang hanya US$15,5 miliar.

Nah, sekarang, ketika baru berhasil melakukan penghematan US$400 juta atau sekitar Rp3,76 triliun, malah mau dipakai untuk menanggung CSR Rp2 triliun. Padahal, itu sepenuhnya merupakan kewajiban perusahaan yang bersangkutan.

Sebelumnya usulan Dana CSR dimasukan kedalam cost recovery diutarakan Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas BP Migas Gde Pradyana kepada wartawan belum lama ini. Menurutnya, usulan itu lantaran community development atau CSR memang tidak terkait dengan inti bisnis migas, namun pada kenyataannya di lapangan dana CSR menjadi kendala. Masyarakat, lanjut Gde, selalu mempertanyakan ke mana larinya dana CSR berhubung perusahaan yang telah mengambil sumber daya alam di wilayahnya.

Gde juga mengungkapkan dengan keluarnya aturan tersebut dana CSR perusahaan migas menjadi turun menjadi Rp450 miliar dari sekitar hampir Rp1 triliun. Dana CSR tersebut, masih sangat kecil dibandingkan dana CSR dalam Undang-undang Perseroan Terbatas yang menentukan dana CSR 2,5 persen dari anggaran perseroan.

“Masyarakat menuntut 2,5 persen, sekarang ini dana CSR perusahaan migas baru 0,16 persen, jadi masih sangat kecil,” katanya.

Gde menambahkan meskipun demikian , cost recovery perusahaan tetap dibatasi 25-27 persen dari gross revenue. Setelah dimasukkan dalam cost recovery, lanjutnya, diharapkan gangguan produksi dari masyarakat bisa berkurang dan masyarakat dapat menerima keberadaan perusahana migas di lingkungan mereka.

Ia menjelaskan saat ini 52 persen masalah gangguan operasi dan eksplorasi diakibatkan masalah sosial seperti perizinan dan masalah lahan. Menteri ESDM sendiri, kata Gde, telah menyatakan setuju untuk memasukkan dana CSR dalam cost recovery.

Kabarnya pada awal Agustus mendatang, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan merevisi Peraturan Menteri Nomor 22/2008 tentang Dana CSR (tanggung jawab perusahaan pada lingkungan sosial).Dalam aturan main yang baru tersebut, sesuai yang diusulkan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), biaya yang dikeluarkan untuk CSR akan dimasukkan ke dalam cost recovery. (ard/inl/int)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: